SMPIT Lukmanul Hakim terus berkomitmen untuk menumbuhkan kebiasaan beribadah dan memperkuat rasa kebersamaan dikalangan siswa melalui berbagai kegiatan spiritual.
Salah satu kegiatan unggulan yang rutin dilaksanakan adalah ifthor jama’i atau buka puasa bersama, pada hari Kamis untuk memperingati puasa sunnah.
Seperti kegiatan ifthor jama’i yang berlangsung secara khidmat dan penuh keakraban pada hari ini, Kamis (19/9/2024) di sekolah, dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.
Potret Siswa saat Menunggu Buka Puasa
Ifthor jama’i bertujuan untuk mengajarkan pentingnya melaksanakan puasa sunnah dalam kehidupan sehari-hari dan mempererat ukhuwah diantara warga sekolah.
Kegiatan ifthor jama’i dimulai dari waktu salat ashar hingga maghrib, dengan beberapa rangkaian acara yang berfokus pada pendidikan agama dan kebersamaan.
Ustadzah Nur Fitriana, SS., S.Pd selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa kegiatan ifthor jama’i tidak hanya sekadar acara buka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai islami dan memperkuat hubungan antarwarga sekolah.
“Ifthor jama’i tidak hanya memberikan pengalaman spiritual yang berharga bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan diantara seluruh warga sekolah, dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ibadah, SMPIT Lukmanul Hakim berharap dapat terus membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkomitmen menjalankan ajaran islam,” jelasnya.
Adapun beberapa hikmah yang diambil dari kegiatan ini antara lain, menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan solidaritas, dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Kegiatan ifthor jama’i di SMPIT Lukmanul Hakim ini rutin dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Akan tetapi para siswa rutin melaksanakan puasa sunnah hari kamis ini setiap pekan.
Dalam rangka membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an, SMPIT Lukmanul Hakim kembali mengadakan kegiatan Qur’an Camp, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman siswa terhadap kitab suci Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 13-14 September 2024, dengan melibatkan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9.
Tujuan utama kegiatan Qur’An Camp ini tentu untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, memupuk rasa cinta Al-Qur’an, dan menumbuhkan karakter islami kepada para siswa-siswi SMPIT Lukmanul Hakim.
Rangkaian kegiatan Qur’An Camp diisi dengan Al-Matsurat, Halaqoh Qur’An (Sesi Tahsin dan Tahfidz), salat lima waktu dan sunnah, pemberian materi sekaligus quiz dari Ustad Eby Waskito Makalalag, M.Pd tentang Khulafa’ur Rosyidin (Abu Bakar As Siddiq & Umar Bin Khatab), pemberian materi ke dua dari Direktur Qur’An SIT Lukmanul Hakim, Ibu Ervina Yamin, SE tentang bahaya LGBT dalam Perspektif Islam, yang terakhir penutupan dan pemberian hadiah kepada siswa/kelompok terbaik saat mengikuti kegiatan qur’An Camp.
Kegiatan Qur’an Camp di SMPIT Lukmanul Hakim berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Dengan kegiatan ini siswa diharapkan dapat menumbuhkan cinta yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Qur’an Camp tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi generasi Islami yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan dengan cakupan yang lebih luas dan lebih inovatif, demi membentuk generasi cinta Al-Qur’an yang lebih baik.
Limboto — Sekolah Islam Terpadu Lukmanul Hakim (SIT-LH) menggelar ta’lim bagi orang tua siswa, Jum’at 13 September 2024. Ta’lim yang bertemakan “Marilah Kita Meneladani Adab & Akhlak Karimah Nabi Muhammad SAW, Untuk Generasi Emas Yang Beradab & Berakhlak” ini berlokasi di Masjid Agung Baiturrahman Limboto.
Dengan pemateri Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri, majelis ta’lim ini menfasilitasi orang tua belajar meneladani cara adab dan akhlak Nabi Muhammad SAW kepada anak cucunya yang patut dicontoh dan diaplikasikan pada putra-putri mereka demi mewujudkan Generasi Emas yang Beradab dan Berakhlak.
Taklim kali ini diikuti oleh seluruh orang tua siswa dari ketiga unit SIT-LH yakni Pusat Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu Lukmanul Hakim, Sekolah Dasar Islam Terpadu Lukmanul Hakim, dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Lukmanul Hakim. Selain itu kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SIT-LH.
Pentingnya Literasi Sejak Dini Oleh: Iskandar Matiti, S.Pd., M.Pd (Guru IPAS SDIT Lukmanul Hakim)
Tanpa diduga masyarakat Indonesia, terlebih di dunia pendidikan Indonesia yang kini telah dibenahi dengan baik, disuguhkan dengan masalah yang viral terkait adanya siswa SMP yang buta baca dan tulis. Diawali dengan 447 siswa SMP tak bisa baca tulis di 40 kecamatan di Kabupaten Cireobon, Jawa Barat (JPNN.com, 15 Mei 2017), 30 Siswa kelas VII SMP 11 Kupang tidak bisa membaca dan menulis (expontt.com, 8 Agustus 2023), 32 siswa kesulitan membaca dan menulis di SMP 1 Mangunjaya, Pangandaran (lambeturah, 4 Agustus 2023) yang beritanya diviralkan kembali di tahun ini.
Melihat kondisi ini, dunia pendidikan Indonesia tak seharusnya diam saja, dan beranggapan bahwa itu hanya bersifat kasuistik terjadi di berbagai daerah. Namun dari hal tersebut, menjadi pemantik bagi seluruh guru untuk bisa merefleksi kembali terkait pembelajaran di kelas yang bisa memacu baca tulis bagi siswa SD, agar tidak menjadi kesulitan bagi siswa, guru dan sekolah di tingkat selanjutnya.
Pada tingkat pendidikan dasar, tujuan bukan hanya untuk mengajarkan siswa membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan dasar yang diperlukan siswa dalam mempersiapkan diri untuk jenjang sekolah berikutnya. Tantangan belajar yang dihadapi siswa adalah hal yang dialami dalam proses pembelajaran, seperti ketika siswa masih belajar menulis di kelas satu, yang merupakan awal dari kemampuan menulis. Kemampuan menulis ini memiliki peranan penting bagi siswa di sekolah dasar, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang melibatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Kesulitan belajar dapat dikatakan ketika siswa mengalami kondisi dimana adanya suatu hambatan dalam proses pembelajaran. Ketika di kelas ada salah satu siswa yang belum begitu lancar dalam menulis atau lambat dalam menulis dibandingkan dengan teman yang lain, membuat guru harus bisa memperhatikan anak tersebut dengan mencoba untuk lebih dekat dan memberikan motivasi kepada siswa tersebut agar semangat dalam belajar menulis, dan guru lebih banyak memberikan latihan secara mandiri kepada siswa tersebut agar siswa juga bisa lancar dalam menulis seperti teman-teman sekelasnya. Pengawasan khusus tidak hanya dilakukan pada saat di sekolah saja oleh guru, akan tetapi dukungan atau peran dari orang tua, lingkungan yang di luar sekolah sangatlah penting juga bagi siswa tersebut.
Permasalahan dalam menulis yang terlihat yaitu seperti siswa tersebut menulis satu kalimat membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penulisan dibandingkan dengan siswa yang lain, penulisan yang kurang konsisten, penulisan yang kurang atau tulisan yang tidak terbaca dengan jelas saat dibaca. Dalam kesulitan tersebut biasanya memiliki permasalahan dari beberapa faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan khususnya dalam menulis. Yaitu baik dalam dirinya sendiri maupun faktor dari luar. Siswa yang mengalami kesulitan tersebut cenderung kurang berminat ketika seperti ada tugas dalam menulis yang diberikan oleh guru. Kesulitan dalam belajar tidak boleh dianggap remeh karena akan menimbulkan seperti kendala di kemudian harinya dan menjadi berkepanjangan bagi siswa.
Beberapa contoh-contoh gejala yang sering muncul pada anak mengalami kesulitan belajar pada saat menulis adalah: 1). keterampilan dalam menulis kurang; 2). banyak kesalahan tanda baca atau malah tidak menggunakan tanda baca sama sekali; 3). menulisnya lambat; 4). banyak melakukan kesalahan ejaan atau bisa juga terjadi penulisan yang terbalik; 5). terdapat inkonsistensi dalam penggunaan huruf besar dan huruf kecil; 6). ukuran huruf yang tidak teratur, bentuk berubah-ubah, besar dan kecil; 7). Ada kesalahan saat menggunakan pensil; 8). Banyak berbicara saat menulis.
Kesulitan belajar merupakan gejala yang muncul dalam berbagai manifestasi tingkah laku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Gejala ini terlihat dalam aspek-aspek kognitif, motorik, dan afektif, baik selama proses pembelajaran maupun hasil yang dicapai. Sebagai contoh, kesulitan belajar menulis, yang merupakan gangguan dalam proses penulisan atau ejaan yang melibatkan aspek fisik untuk mengungkapkan pemikiran, meskipun siswa memiliki kecerdasan yang memadai. Untuk membantu siswa dengan kesulitan belajar menulis, penting untuk melakukan diagnosa terhadap gejala dan faktor penyebabnya. Dengan penanganan yang tepat, siswa yang mengalami disgrafia dapat mengatasi kesulitan belajarnya dan mencapai prestasi belajar seperti anak-anak pada umumnya.
Terkait literasi (baca tulis) sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an, yakni:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, 4. yang mengajar (manusia) dengan pena. (QS. Al-Alaq/96: 1-4).
Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan untuk membaca dan menulis bagi manusia. Pada ayat pertama ditegaskan membaca diawali dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan dan dikuatkan di ayat 3 untuk membaca dengan memuliakan Tuhanmu. Serta di ayat 4, menulis sebagai bentuk pengajaran pada manusia.
Kebutuhan literasi di era global ini menuntut pemerintah untuk menyediakan dan memfasilitasi sistem dan pelayanan pendidikan sesuai dengan UUD 1945, Pasal 31, Ayat 3, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan literasi dimaknai sebagai “kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.” Ayat ini menegaskan bahwa program literasi juga mencakup upaya mengembangkan potensi kemanusiaan yang mencakup kecerdasan intelektual, emosi, bahasa, estetika, sosial, spiritual, dengan daya adaptasi terhadap perkembangan arus teknologi dan informasi.
Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekitar memiliki peranan yang sangat signifikan dalam memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam tahap awal menulis. Memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa pada usia dini serta melakukan pengawasan belajar dengan baik dari pihak orang tua dapat berdampak positif terhadap keberhasilan siswa.
Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menangani kesulitan siswa dalam menulis:
Berikan motivasi kepada siswa
Siswa yang mengalami kesulitan diberi motivasi belajar dari guru wali kelasnya, orang tua, maupun teman-teman yang ada di kelasnya. Pemberian motivasi diperlukan karena siswa menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, guru perlu memberikan motivasi khususnya kepada siswa yang kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran menulis. Guru perlu menjelaskan kepada siswa bahwa mengikuti pembelajaran menulis memiliki manfaat besar untuk kehidupan sehari-hari, memungkinkan mereka berinteraksi dengan masyarakat secara lebih efektif. Motivasi berguna sebagai penggerak semangat peserta didik. Orang tua juga perlu dalam memantau serta memperhatikan setiap kegiatan yang anaknya lakukan di dalam maupun juga di luar rumah agar siswa tahu akan tugasnya sebagai pelajar yaitu belajar. Seharusnya memang siswa tersebut harus lebih banyak didukung, diperhatikan, agar lebih semangat dalam berlatih menulis. Tetapi itu saja juga tidak cukup, siswa tersebut harus didorong semangat dari diri sendiri, agar dalam belajar menulis siswa tersebut menjadi bisa semangat kembali.
Gunakan media pembelajaran yang menarik
Memanfaatkan media pembelajaran yang menarik adalah langkah yang diambil untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan siswa selama pembelajaran menulis. Pilihan media yang menarik dapat mencakup penggunaan gambar, media cetak, dan media alam. Media berfungsi sebagai alat bantu bagi guru untuk mempermudah penyampaian materi kepada siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Gunakan metode pembelajaran yang tepat
Langkah berikutnya adalah memilih dengan cermat metode pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kesulitan dalam menulis. Metode pembelajaran merupakan pendekatan yang dipilih dalam interaksi antara pendidik dan siswa, bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan materi dan mekanisme metode yang telah ditentukan. Sebagai contoh, metode abjad, tergolong sebagai metode khusus yang efektif untuk mengajari anak-anak yang mengalami kesulitan menulis. Penerapan latihan secara rutin juga diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Gunakan sumber belajar yang tepat
Guru menyampaikan materi dasar kepada siswa dengan menggunakan buku materi yang terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Dari isi buku LKS tersebut, siswa diminta untuk membaca dan kemudian menuliskan materi tersebut di buku tulis masing-masing. Sumber belajar mencakup segala hal seperti pesan, materi, alat, teknik, dan konteks yang digunakan sebagai sumber informasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dari penjelasan di atas, tentang strategi yang dapat digunakan untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis. Maka dapat disimpulkan peran dari luar sangatlah penting bagi siswa agar lebih bisa semangat dalam belajar menulis. Dan juga semangat dari diri sendiri juga sangat dibutuhkan. Upaya ini sejalan dengan falsafah yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus melibatkan semua komponen masyarakat (keluarga, pendidik profesional, pemerintah, dll) dalam membina, menginspirasi/memberi contoh, memberi semangat, dan mendorong perkembangan anak.
Limboto (24/08) — SDIT Lukmanul Hakim menggelar Sosialisasi Program Sekolah (SPS) bagi Orang tua siswa dari kelas 1-6. Acara ini dilaksanakan dibagi dalam dua sessi, sessi pagi (Pukul 08.00-12.00 Wita) untuk kelas rendah (Kelas I-III) dan sessi siang (Pukul 12.30-15.30 Wita) untuk kelas Tinggi (Kelas IV-VI). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDIT Lukmanul Hakim.
Acara dimulai dengan pembacaan tilawah dan doa. Berikutnya sambutan dari Direktur SIT Lukmanul Hakim Ibu Hadijah Malapo, S.Pd. Ia menyampaikan tentang pentingnya dukungan orang tua bagi program sekolah dan support untuk dukungan pembelajaran, evaluasi dan penggunaan handphone di rumah.
Direktur Pendidikan SIT Lukmanul Hakim Hadijah Malapo, S.Pd saat Memberikan Sambutan
“Kami sadar bahwa apapun program yang dibuat oleh sekolah, tanpa dukungan orang tua siswa pasti tidak akan sukses dan berhasil. Sehingganya kami mengharapkan support dari orang tua siswa terkait proses pembelajaran, evaluasi dan manajemen penggunaan handphone bagi siswa saat berada di rumah,” ungkap Hadijah.
Berikutnya, informasi dari Ustadz Ridwan H. Umar, S.Pd.I selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim terkait visi misi sekolah, jaminan mutu sekolah berupa akhlakul karimah dan prestasi akademik serta berbagai program sekolah dari bidang Qur’an, Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana, serta Program Paguyuban Orang Tua Siswa berupa Lomba Kelas Inspiratif, Ta’lim Orang Tua Siswa, Parents Day, Ifthar Jama’I, Halal bi Halal, dan Yaumul Maal Qur’an).
Kepala SDIT Lukmanul Hakim Ridwan H. Umar, S.Pd.I saat Memberikan Sambutan
Selanjutnya dari Wakasek bidang Kurikulum, Ustadzah Lidyawati Adam, S.Pd menyampaikan bahwa SDIT Lukmanul Hakim mengimplementasikan kurikulum Merdeka yang berlaku di bawah Kementrian Pendidikan & Kebudayaan dan juga kurikulum khas Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Sehingga menjadi kekuatan tambahan yang akan menguatkan peserta didik pada sisi keagamaan dan pembentukan karakter. Kurikulum Dinas Kurikulum Merdeka untuk semua kelas. Disertai Kurikulum Khas, meliputi 6 Mapel yaitu : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Pembelajaran Qur’an Metode Wafa (Tahsin dan Tahfidz), Kepanduan Kepramukaan, Bina Pribadi Islam (BPI).
Informasi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Ismail Maulud, S.Pd selaku Koordinator Qur’an menyampaikan target dan prioritas bacaan dan hafalan Al-Qur’an di masing-masing kelas. Dari bulan Juli-Agustus 2024 sebagian siswa sudah memenuhi target dan prioritas bacaan Wafa dan hafalan Al-Qur’an.
Sesi terakhir yaitu penyampaian dari Wakasek Kesiswaan, Ustadzah Fatrin Badja, S.Pd, tentang informasi seputar kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan literasi terkait membaca dan menulis. Untuk pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dilaksanakan di kelas tinggi (Kelas IV-VI). Kegiatan kesiswaan selanjutnya yakni MABIT yang diintegrasikan dengan Qur’an Camp. Kegiatan kesiswaan selanjutnya adalah Class Meeting yang dilaksanakan setelah siswa mengikuti Asesmen Sumatif. Hal prioritas berikutnya adalah Kedisiplinan berpakaian dan kedatangan siswa ke sekolah.
“Penguatan literasi terutama membaca dan menulis menjadi prioritas sekolah, guna menangani kesulitan membaca dan menulis bagi siswa sampai mereka tamat dari SDIT,” papar Fatrin Badja.
Pesera Sosialisasi Program SDIT Lukmanul Hakim
Dalam kegiatan Sosialisasi ini juga menjadi ajang pertemuan antara sekolah, serta orang tua siswa yang juga orang tua siswa dapat menyampaikan aspirasi maupun kritik dan sarannya kepada sekolah. Dengan demikian, diharapkan akan terus terjalin kerjasama dan sinergi yang tinggi antara sekolah, dan orang tua siswa guna mencapai kemajuan bagi sekolah dan peserta didik mencapai prestasi tinggi sesuai dengan bakat dan minatnya.
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Islan Nur Rizal
Siswa-siswi SMPIT Lukmanul Hakim kembali menorehkan prestasi yang membanggakan almamater, kali ini dalam bidang akademik yang berhasil meraih juara 1,2, dan 3 dalam lomba Rangking 1 Festival Merdeka Berbudaya tingkat Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Huyula Ambu BGP Gorontalo, Sabtu (10/8/2024).
Moh. Daffa Azhari S. Pipii (Juara 1)
Nada Faiqah Ngabito meraih (Juara 2)
Nazmira Jihanifah Alyafie (Juara 3)
Meski awalnya sempat tidak percaya diri saat ditunjuk mewakili sekolah, namun Daffa, Nada, dan Nazmira berhasil menunjukkan kemampuannya bersaing mengalahkan peserta didik lain dari sekolah-sekolah yang ada di Gorontalo.
Ketiga siswa ini memang dikenal cerdas dan cukup pendiam. Beberapa kali merasa tidak percaya diri untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan yang ditawari. Setelah diyakinkan berulang kali oleh para guru yang mengetahui potensi terbaik mereka, siapa sangka tiga-tiganya justru mengisi posisi juara 1,2 dan 3. Hal ini tentu diluar ekspetasi pihak sekolah.
Dengan penuh rasa bangga, Kepala Sekolah SMPIT lukmanul Hakim, Nur Fitriana, SS.S.Pd mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas pencapaian dari ketiga siswanya tersebut. Melalui prestasi kali ini, kepsek yang biasa disapa dengan Ustazah Ana berharap bisa menambah motivasi siswa SMPIT Lukmanul Hakim untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
“Semoga menjadi motivasi bagi siswa lainnya, untuk terus meraih prestasi dikemudian hari dan saya ucapkan juga terima kasih telah mengharumkan nama SMPIT LH, ” ungkap Ustazah Ana, dengan wajah penuh kegembiraan.
Berdasakan tema kegiatan “Menciptakan Generasi Penerus yang Cinta akan Seni Budaya Gorontalo”, ajang festival ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan seni budaya bagi generasi penerus bangsa, serta sebagai upaya meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah dan mendukung perkembangan sektor pariwisata. (Dewi)
SMPIT Lukmanul Hakim melaksanakan assessment Modalitas VAK (Visual, Auditori, dan Kinestik) atau test gaya belajar yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, Rabu (17/7/2024).
Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas, mendukung, dan mepermudah siswa dalam menyerap informasi secara maksimal saat proses pembelajaran berlangsung.
“Mengetahui gaya belajar siswa tentu akan memudahkan para guru untuk memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dalam menyerap informasi disetiap mata pelajaran, ” ungkap Kepala Sekolah, Nur Fitriana, SS. S.Pd.
Siswa Kelas VII
Gaya belajar yang mengandalkan visual adalah proses pembelajaran yang mengandalkan pengelihatan sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Mereka yang memiliki gaya belajar visual ini akan mudah menerima gagasan, konsep, data dan informasi yang dikemas dalam bentuk gambar.
Kedua, gaya belajar auditori adalah proses pembelajaran yang mengandalkan pendengaran sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Seseorang dengan tipe belajar seperti ini lebih memfokuskan mendengar pembicaraan guru dengan baik dan jelas tanpa perlu tampilan visual saat belajar.
Siswa Kelas IX
Terakhir ada gaya belajar kinestetik yaitu proses pembelajaran yang mengandalkan sentuhan atau rasa untuk menerima informasi dan pengetahuan. Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik cenderung suka melakukan, menyentuh, merasa, bergerak dan mengalami secara langsung.
Dengan mengetahui gaya belajar setiap siswa, tentu mereka akan lebih mudah menangkap atau mendalami suatu materi. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Proses test ini berlangsung lancar dan dihandel oleh Wakasek Kurikulum, Ira Indirasary Nuayi, S.Pd dan Guru Informatika, Dewi Masita R. Kum, S.Kom.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan pertama yang akan dihadapi oleh para siswa ketika memasuki tahun ajaran baru. Kegiatan ini tentu diperlukan untuk membantu siswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
MPLS SMPIT Lukmanul Hakim
Dengan tema “Mencetak Generasi Mandiri, Berprestasi, dan Berakhlakul Karimah” SMP Islam Terpadu Lukmanul Hakim melaksanakan MPLS selama dua hari. Senin-Selasa, (15-16/7/2024).
Dengan berlandaskan pada Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, bahwa dalam MPLS perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif. Salah satu kegiatan yang dimaksud adalah pemberian materi.
Penyampaian program dari Wakasek Kesiswaan Ustadz Eby Waskito Makalalag, M.Pd
Di hari pertama pelaksanaan MPLS, SMPIT Lukmanul Hakim mengisi kegiatannya dengan sosialisasi struktur sekolah dan penyampaian program dari Wakasek Kurikulum, Ustadzah Ira Indirasary Nuayi, S.Pd, Wakasek Kesiswaan, Ustadz Eby Waskito Makalalag, M.Pd, dan Koordinator Qur’An, Ruaida H. Ahmad, SS.
Mudir Boarding School Ustadz Sahrul Ahmadi, S.Pd bersama orangtua santri
Diwaktu yang bersamaan juga telah dilaksanakan penyerahan santri dari orangtua kepada pihak pengurus boarding school SMPIT Lukmanul Hakim, yang diterima oleh Mudir Boarding, Ustadz Sahrul Ahmadi, S.Pd.
Pengurus Osis SMPITLH
Hari terakhir diisi dengan perkenalan struktur pengurus osis, waktu bersama wali kelas VII Firdaus dan VII Darussalam, dan pemilihan struktur kelas (ketua kelas) Dst.
Ketua Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo, Zaitun K. Djabi, SH melantik Nur Fitriana, SS., S.Pd sebagai kepala sekolah SMP Islam Terpadu Lukmanul Hakim periode 2024-2026, di Aula SDIT-LH, Sabtu (29/6/2024).
Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) No: 122/A/YTLG/V/2024 yang dibacakan oleh Sekretaris Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo, Muhammad Noor Saputra, SH.
“Selanjutnya SK No: 115/A/YTLG/VII/2022 tentang pengangkatan kepala SMPIT Lukmanul Hakim periode 2022-2024 dinyatakan tidak berlaku lagi,” ungkap Muhammad Noor, saat membacakan SK, pada acara pelantikan.
Penandatanganan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah SMPIT-LH
Di periode sebelumnya, Nur Fitriana seorang guru Bahasa Inggris dan menjabat sebagai Wakasek Kurikulum. Dalam masa tersebut ia berhasil menyelesaikan tugas dan programnya dengan baik.
Keberhasilan itulah yang membawa Nur Fitriana dipercayai mengemban amanah besar dari seluruh jajaran SIT Lukmanul Hakim.
Pergantian masa kepemimpinan dalam suatu organisasi memang hal yang biasa dan sering terjadi. Kepala sekolah merupakan guru yang diberikan amanah tambahan untuk mempimpin sekolah meraih kualitas pendidikan terbaik.
Pengambilan Sumpah pejabat struktural dan fungsional lingkungan SIT-LH
Untuk itu, Nur Fitriana menyatakan siap menahkodai SMPIT Lukmanul Hakim untuk mengimplementasikan merdeka belajar dan meraih kualitas pendidikan yang lebih baik kedepannya.
“Semoga SMPIT LH lebih baik lagi kedepannya dan tetap semangat mewujudkan generasi yang berprestasi dan berakhlakul karimah,” ungkapnya, pada wawancara, usai pelantikan jabatan fungsional di Aula SDIT-LH, Sabtu (29/6/2024).
Nur Fitriana, SS., S.Pd dilantik bersama dengan pejabat struktural dan fungsional lingkungan SIT-LH periode 2024-2026 lainnya. Diantaranya:
Hadija A. Malapo, S.Pd sebagai Direktur Pendidikan
Ervina Yamin, SE Sebagai Direktur Qur’an
Sri Rahayu Usman, S.Pd Sebagai Kepala PPAUD IT LH
Ridwan H. Umar, S.Pd.I sebagai Kepala SDIT LH
Acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan, penyerahan SK oleh kepala sekolah lama kepada kepala sekolah yang baru, dan diakhiri dengan foto bersama.
Setelah pertempuran ilmu dalam ujian semester mereda, siswa SMP Islam Terpadu Lukmanul Hakim kini memasuki medan yang berbeda, namun tak kalah seru yaitu meeting class tahun ajaran 2023/2024.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (13-15/6/2024) tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII, IX, dan alumni 2024 (Seatlas V).
Perlombaan antar kelas atau antar siswa menjadi bumbu utama dalam atmosfer penuh kegembiraan yang menyala-nyala itu.
Setiap siswa menatap dengan penuh semangat untuk membuktikan eksistensi dan keunggulan mereka di antara hiruk pikuk meeting class yang membara.
Seperti yang diungkapkan oleh Frangki J. Jakaria, S.Pd, Wakasek Kesiswaan, kegiatan akan diisi dengan berbagai macam lomba menarik.
Tak hanya itu, Frangki mengatakan bahwa meeting class tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnnya. Dimana para pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan sertifikat.
Dalam hal ini uang yang dimaksud berasal dari yayasan dan hasil dari denda kedisiplinan (keterlambatan) yang tentunya berdasarkan kesepakatan siswa-siswi SMPIT Lukmanul Hakim.
“Kalau tahun kemarin hadiahnya hanya berupa snack, Insya Allah tahun ini hadiahnya dalam bentuk uang. Uangnya dari mana? yah dari teman-teman dan untuk kalian juga. Hasil dari denda keterlambatan, dan ada juga pemberian dari yayasan,” kata Frangki, pada acara pembukaan meeting class, Kamis (13/6/2024).
“Selain itu, ada juga sertifikat yang bisa kalian gunakan di SMA nanti. Jadi manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin, ” tambahnya.
Di waktu yang sama kepala sekolah, Iskandar Matiti, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini berasal dari kalian (siswa) dan untuk kalian juga. Maka dari itu, harus berusaha untuk menyukseskan kegiatan ini, ” ungkapnya, saat membuka kegiatan.
Keseruan Siswa Mengikuti Lomba Haid and Ask
Semangat dan antusiasme tergambar jelas dari wajah para siswa-siswi. Momen ini berhasil menyalakan obor keceriaan.
Seakan kegiatan ini menjadi pelampiasan bagi siswa yang haus akan kesenangan dan kegembiraan setelah rentetan ujian yang dilewati.
Meeting class menjadi ladang bermain sambil belajar, menyediakan ruang bagi mereka untuk melepaskan stres serta menikmati momen menyenangkan tanpa beban ketatnya ujian semester.
Keseruan Siswa Mengikuti Lomba Badminton
Adapun lomba yang mengisi kegiatan, diawali dengan badminton, pimpong dalam air, dan paku dalam botol.
Lomba ini dapat melatih konsentrasi, kesabaran, dan gerak cepat. Tentu, dalam kehidupan yang nyata tiga komponen ini sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai suatu target.
Keseruan Siswa Mengikuti Lomba Balap Kelereng
Di hari kedua, kegiatan kembali dimeriahkan oleh tiga lomba yang tak kalah seru yaitu game estafet air yang menekankan pada kerjasama tim/kelompok.
Haid and ask permainan ini menggali pengetahuan dengan menebak teka-teki gambar yang disediakan serta melatih diri dalam bekerja sama tim, dan lomba balap kelereng yang memiliki banyak manfaat seperti melatih kemampuan motorik, kemampuan berpikir, konsentrasi, ketekunan, hingga melatih jiwa sportifitas.
Siswa Mengikuti Lomba Rangking 1
Seluruh rangkaian acara diakhir dengan lomba rangking 1 dan dilanjutkan dengan pemberian hadiah oleh kepala sekolah dan wakil kesiswaan SMPIT Lukmanul Hakim.