Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, OSIS SMPIT Lukmanul Hakim sukses menyelenggarakan kegiatan bertema semangat kepahlawanan dan nasionalisme yang berlangsung pada Senin (10/11/2025) di Lapangan SMPIT Lukmanul Hakim. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh antusiasme.
Beragam kegiatan menarik turut memeriahkan acara ini, di antaranya drama kepahlawanan oleh OSIS, cerita sejarah, pijak kardus, hias mading, serta lomba ranking 1 yang mengasah wawasan kebangsaan siswa. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh pihak sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Sesuai ketentuan, seluruh peserta mengenakan baju profesi seperti dokter, polisi, tentara, guru, dan perawat, sebagai simbol penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan di berbagai bidang. Sementara itu, bagi siswa yang tidak memiliki baju profesi, tetap menunjukkan semangat nasionalisme dengan menggunakan seragam batik sekolah.
Kepala Sekolah SMPIT Lukmanul Hakim Nur Fitriana, SS., S.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota OSIS atas kreativitas dan kerja keras mereka dalam menyusun serta melaksanakan kegiatan ini.
“Saya sangat bangga dengan semangat dan inisiatif OSIS SMPIT Lukmanul Hakim yang telah mengemas kegiatan Hari Pahlawan dengan begitu menarik dan bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga meneladani nilai perjuangan, tanggung jawab, dan gotong royong,” ujarnya.
Ia juga berharap agar semangat kepahlawanan tidak berhenti hanya pada peringatan ini, tetapi terus menjadi motivasi bagi siswa untuk berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi di masa depan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis.
SMPIT Lukmanul Hakim sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Hari Bahagia Masuk Sekolah (HABAMAS) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diisi dengan ragam aktivitas edukatif, inspiratif, dan menyenangkan yang membekas di hati para siswa baru. Senin-Rabu, (14-16/07/2025).
Hari Pertama: Sambutan Hangat dan Penyampaian Program Sekolah
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala SMPIT Lukmanul Hakim, Ibu Hadija Malapo, M.Pd., ditandai dengan penyerahan atribut sekolah kepada perwakilan siswa baru. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Selamat datang kepada para siswa baru. Kami menyambut anak-anak semua dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari keluarga besar SMPIT Lukmanul Hakim. Kakak-kakak kelas harus menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Selamat belajar, selamat berproses, dan selamat menjadi pribadi yang unggul serta berakhlak Qur’ani. Barakallahu fiikum.”
Selanjutnya, beliau memaparkan visi dan misi sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program dari:
Ustadz Frangky Jakaria, S.Pd., Gr (Wakasek Kesiswaan)
Ustadzah Yulin Nue, S.Pd (Wakasek Kurikulum)
Ustadzah Ruaida H. Ahmad, SS (Koordinator Qur’an)
Ustadz Andris Z. Pobi, S.Pd., Gr (Wakasek Sarpras)
Materi-materi ini membantu siswa baru memahami arah dan semangat pendidikan yang akan mereka tempuh di SMPIT Lukmanul Hakim.
Hari Kedua: Sehat, Kuat, dan Berkarakter
Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama yang penuh keceriaan. Setelah tubuh digerakkan, siswa menjalani pemeriksaan kesehatan dasar yang dilakukan untuk memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan baik sebelum memasuki proses belajar.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi anti perundungan dari Ustadzah Aluiya Is. Kiman, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemahaman pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Kemudian, siswa mendapatkan materi wawasan kebangsaan dari Ustadzah Yulin Nue, S.Pd., yang menginspirasi semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
Hari Ketiga: Kepemimpinan dan Apresiasi
MPLS & HABAMAS ditutup dengan sesi yang menggugah semangat kepemimpinan. Para siswa baru diperkenalkan pada struktur dan peran OSIS oleh tim kesiswaan, sekaligus diajak untuk membentuk struktur kelas masing-masing.
Sebagai bentuk penghargaan dan motivasi, panitia mengadakan pemilihan Peserta Terbaik dan Terdisiplin MPLS 2025/2026, yang dipilih berdasarkan semangat, kedisiplinan, sikap, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Tak kalah seru, sesi games dan refleksi yang dipandu oleh pengurus OSIS menjadi penyegar suasana, mempererat hubungan antar siswa baru dan kakak kelas. Gelak tawa, semangat kekompakan, dan nilai-nilai persaudaraan terasa hangat menyelimuti hari itu.
Dengan penuh rasa syukur, kegiatan MPLS dan HABAMAS ini menjadi awal yang indah bagi perjalanan para siswa baru. Semoga semangat belajar, nilai-nilai Qur’ani, dan keceriaan ini terus tumbuh dalam proses pendidikan mereka ke depan.
Selamat datang dan selamat bertumbuh bersama keluarga besar SMPIT Lukmanul Hakim!
SMPIT Lukmanul Hakim resmi mengawali Tahun Ajaran 2025/2026 dengan menghadirkan tiga program unggulan dalam sistem Boarding School yaitu Tahfiz Al-Qur’an, pembiasaan bahasa Arab, dan pembinaan kepercayaan diri melalui Safari Ramadhan. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam membentuk santri yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak Qurani.
Ustad Kiman Dama, S.Pd., M.Pd
Dalam sambutannya, Ustad Kiman Dama, S.Pd., M.Pd selaku Direktur Sekolah Islam Terpadu (SIT) Lukmanul Hakim menegaskan bahwa boarding school bukan sekadar tempat tinggal, melainkan wadah pembinaan spiritual, karakter, dan ilmu.
“Kami menargetkan santri mampu menghafal minimal 5 juz selama di boarding. Tapi yang terpenting, mereka harus tuntas dalam tilawah. Jika sudah selesai tilawah, itu artinya mereka sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan itu adalah modal utama dalam menghafal,” jelas beliau, pada kegiatan penyambutan santri dan sosialisasi program Boarding, Senin (14/7/2025).
Program berikutnya adalah pembiasaan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. “Insya Allah, anak-anak akan dibekali banyak kosakata bahasa Arab agar terbiasa berkomunikasi dalam bahasa itu. Ini adalah bagian dari program terbaru kami untuk membangun atmosfer bahasa yang hidup dan aktif di asrama,” ujarnya.
Sebagai bentuk latihan kepercayaan diri dan penguatan peran sosial, para santri juga akan diterjunkan langsung ke masyarakat melalui Safari Ramadhan. “Safari Ramadhan akan menjadi laboratorium bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian mereka di hadapan masyarakat,” tambah Ustad Kiman.
Ustad Sahrul Ahmdi, S.Pd (Mudir Boarding School) saat pemaparan program
Untuk memperkuat sinergi antara orang tua dan pihak boarding, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan struktur dan program inti Boarding School, yang meliputi sistem pengasuhan oleh musyrif dan musyrifah, alur kegiatan harian, tata tertib, hingga integrasi akademik dan pembinaan karakter.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, penandatanganan MoU, serta prosesi serah terima santri dari orang tua kepada pihak musyrif dan musyrifah, menandai dimulainya perjalanan baru para santri menuju kemandirian dan pembinaan karakter Islami.
Foto Bersama orang tua santri
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala SMPIT Lukmanul Hakim Ibu Hadija Malapo, S.Pd, para guru, serta seluruh jajaran pengurus dan musyrif-musyrifah Boarding School, serta orang tua santri yang hadir dengan semangat dan harapan besar untuk masa depan anak-anak mereka.
Limboto Barat – SMPIT Lukmanul Hakim sukses menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Suara Demokrasi dalam Aksi.” Sabtu, 22 Februari 2025.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh siswa untuk belajar dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2025/2026.
Kegiatan ini diawali dengan proses seleksi calon ketua dan wakil ketua OSIS yang diikuti oleh para kandidat terbaik dari berbagai kelas.
Mereka melewati tahapan wawancara, pemaparan visi dan misi, serta debat kandidat yang berlangsung secara interaktif.
Debat ini memberikan kesempatan bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan dan program kerja yang mereka usung jika terpilih nanti.
Suasana TPS Osis SMPITLH
Pada hari pemilihan ini, seluruh siswa dan guru berkumpul di Lab Komputer sekolah untuk melakukan pemungutan suara secara langsung.
Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk memilih calon pemimpin OSIS sesuai dengan hati nurani mereka.
Proses pemungutan suara dilakukan secara tertib dan transparan, mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang diajarkan dalam kegiatan ini.
Pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem pencoblosan yang telah disiapkan oleh panitia OSIS.
Proses pemungutan suara
Setelah seluruh siswa menggunakan hak pilihnya, tim panitia segera melaksanakan perhitungan suara secara terbuka di hadapan para siswa dan guru.
Proses ini berjalan dengan penuh antusiasme dan ketegangan, hingga akhirnya diumumkan pasangan Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih.
Khayla dan Nafeeza kandidat terpilih
Setelah proses perhitungan suara selesai, diumumkan bahwa Khayla Almirah Maritza Samadi dan Naffeza Mamu berhasil memperoleh suara terbanyak dan resmi menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPIT Lukmanul Hakim untuk periode 2025/2026.
“Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, selain mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman dan semua pihak yang telah memberikan dukukungan kepada saya dan wakil saya, InsyaAllah saya siap memimpin OSIS untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ucap Khayla, ketua OSIS terpilih.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPIT Lukmanul Hakim, Nur Fitriana SS.,S.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Pemilihan OSIS bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang membangun karakter siswa yang demokratis, bertanggung jawab, dan berintegritas. Kami berharap pengurus OSIS yang baru dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ungkapnya.
Ustazah Nur Fitriana saat memberikan sambutan
Kegiatan P5 “Suara Demokrasi dalam Aksi” ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami pentingnya demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga sekolah.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islami yang ditanamkan, SMPIT Lukmanul Hakim terus berkomitmen mencetak generasi pemimpin yang berakhlak dan berintegritas.
Pentingnya Literasi Sejak Dini Oleh: Iskandar Matiti, S.Pd., M.Pd (Guru IPAS SDIT Lukmanul Hakim)
Tanpa diduga masyarakat Indonesia, terlebih di dunia pendidikan Indonesia yang kini telah dibenahi dengan baik, disuguhkan dengan masalah yang viral terkait adanya siswa SMP yang buta baca dan tulis. Diawali dengan 447 siswa SMP tak bisa baca tulis di 40 kecamatan di Kabupaten Cireobon, Jawa Barat (JPNN.com, 15 Mei 2017), 30 Siswa kelas VII SMP 11 Kupang tidak bisa membaca dan menulis (expontt.com, 8 Agustus 2023), 32 siswa kesulitan membaca dan menulis di SMP 1 Mangunjaya, Pangandaran (lambeturah, 4 Agustus 2023) yang beritanya diviralkan kembali di tahun ini.
Melihat kondisi ini, dunia pendidikan Indonesia tak seharusnya diam saja, dan beranggapan bahwa itu hanya bersifat kasuistik terjadi di berbagai daerah. Namun dari hal tersebut, menjadi pemantik bagi seluruh guru untuk bisa merefleksi kembali terkait pembelajaran di kelas yang bisa memacu baca tulis bagi siswa SD, agar tidak menjadi kesulitan bagi siswa, guru dan sekolah di tingkat selanjutnya.
Pada tingkat pendidikan dasar, tujuan bukan hanya untuk mengajarkan siswa membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan dasar yang diperlukan siswa dalam mempersiapkan diri untuk jenjang sekolah berikutnya. Tantangan belajar yang dihadapi siswa adalah hal yang dialami dalam proses pembelajaran, seperti ketika siswa masih belajar menulis di kelas satu, yang merupakan awal dari kemampuan menulis. Kemampuan menulis ini memiliki peranan penting bagi siswa di sekolah dasar, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang melibatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Kesulitan belajar dapat dikatakan ketika siswa mengalami kondisi dimana adanya suatu hambatan dalam proses pembelajaran. Ketika di kelas ada salah satu siswa yang belum begitu lancar dalam menulis atau lambat dalam menulis dibandingkan dengan teman yang lain, membuat guru harus bisa memperhatikan anak tersebut dengan mencoba untuk lebih dekat dan memberikan motivasi kepada siswa tersebut agar semangat dalam belajar menulis, dan guru lebih banyak memberikan latihan secara mandiri kepada siswa tersebut agar siswa juga bisa lancar dalam menulis seperti teman-teman sekelasnya. Pengawasan khusus tidak hanya dilakukan pada saat di sekolah saja oleh guru, akan tetapi dukungan atau peran dari orang tua, lingkungan yang di luar sekolah sangatlah penting juga bagi siswa tersebut.
Permasalahan dalam menulis yang terlihat yaitu seperti siswa tersebut menulis satu kalimat membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penulisan dibandingkan dengan siswa yang lain, penulisan yang kurang konsisten, penulisan yang kurang atau tulisan yang tidak terbaca dengan jelas saat dibaca. Dalam kesulitan tersebut biasanya memiliki permasalahan dari beberapa faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan khususnya dalam menulis. Yaitu baik dalam dirinya sendiri maupun faktor dari luar. Siswa yang mengalami kesulitan tersebut cenderung kurang berminat ketika seperti ada tugas dalam menulis yang diberikan oleh guru. Kesulitan dalam belajar tidak boleh dianggap remeh karena akan menimbulkan seperti kendala di kemudian harinya dan menjadi berkepanjangan bagi siswa.
Beberapa contoh-contoh gejala yang sering muncul pada anak mengalami kesulitan belajar pada saat menulis adalah: 1). keterampilan dalam menulis kurang; 2). banyak kesalahan tanda baca atau malah tidak menggunakan tanda baca sama sekali; 3). menulisnya lambat; 4). banyak melakukan kesalahan ejaan atau bisa juga terjadi penulisan yang terbalik; 5). terdapat inkonsistensi dalam penggunaan huruf besar dan huruf kecil; 6). ukuran huruf yang tidak teratur, bentuk berubah-ubah, besar dan kecil; 7). Ada kesalahan saat menggunakan pensil; 8). Banyak berbicara saat menulis.
Kesulitan belajar merupakan gejala yang muncul dalam berbagai manifestasi tingkah laku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Gejala ini terlihat dalam aspek-aspek kognitif, motorik, dan afektif, baik selama proses pembelajaran maupun hasil yang dicapai. Sebagai contoh, kesulitan belajar menulis, yang merupakan gangguan dalam proses penulisan atau ejaan yang melibatkan aspek fisik untuk mengungkapkan pemikiran, meskipun siswa memiliki kecerdasan yang memadai. Untuk membantu siswa dengan kesulitan belajar menulis, penting untuk melakukan diagnosa terhadap gejala dan faktor penyebabnya. Dengan penanganan yang tepat, siswa yang mengalami disgrafia dapat mengatasi kesulitan belajarnya dan mencapai prestasi belajar seperti anak-anak pada umumnya.
Terkait literasi (baca tulis) sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an, yakni:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, 4. yang mengajar (manusia) dengan pena. (QS. Al-Alaq/96: 1-4).
Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan untuk membaca dan menulis bagi manusia. Pada ayat pertama ditegaskan membaca diawali dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan dan dikuatkan di ayat 3 untuk membaca dengan memuliakan Tuhanmu. Serta di ayat 4, menulis sebagai bentuk pengajaran pada manusia.
Kebutuhan literasi di era global ini menuntut pemerintah untuk menyediakan dan memfasilitasi sistem dan pelayanan pendidikan sesuai dengan UUD 1945, Pasal 31, Ayat 3, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan literasi dimaknai sebagai “kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.” Ayat ini menegaskan bahwa program literasi juga mencakup upaya mengembangkan potensi kemanusiaan yang mencakup kecerdasan intelektual, emosi, bahasa, estetika, sosial, spiritual, dengan daya adaptasi terhadap perkembangan arus teknologi dan informasi.
Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekitar memiliki peranan yang sangat signifikan dalam memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam tahap awal menulis. Memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa pada usia dini serta melakukan pengawasan belajar dengan baik dari pihak orang tua dapat berdampak positif terhadap keberhasilan siswa.
Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menangani kesulitan siswa dalam menulis:
Berikan motivasi kepada siswa
Siswa yang mengalami kesulitan diberi motivasi belajar dari guru wali kelasnya, orang tua, maupun teman-teman yang ada di kelasnya. Pemberian motivasi diperlukan karena siswa menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, guru perlu memberikan motivasi khususnya kepada siswa yang kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran menulis. Guru perlu menjelaskan kepada siswa bahwa mengikuti pembelajaran menulis memiliki manfaat besar untuk kehidupan sehari-hari, memungkinkan mereka berinteraksi dengan masyarakat secara lebih efektif. Motivasi berguna sebagai penggerak semangat peserta didik. Orang tua juga perlu dalam memantau serta memperhatikan setiap kegiatan yang anaknya lakukan di dalam maupun juga di luar rumah agar siswa tahu akan tugasnya sebagai pelajar yaitu belajar. Seharusnya memang siswa tersebut harus lebih banyak didukung, diperhatikan, agar lebih semangat dalam berlatih menulis. Tetapi itu saja juga tidak cukup, siswa tersebut harus didorong semangat dari diri sendiri, agar dalam belajar menulis siswa tersebut menjadi bisa semangat kembali.
Gunakan media pembelajaran yang menarik
Memanfaatkan media pembelajaran yang menarik adalah langkah yang diambil untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan siswa selama pembelajaran menulis. Pilihan media yang menarik dapat mencakup penggunaan gambar, media cetak, dan media alam. Media berfungsi sebagai alat bantu bagi guru untuk mempermudah penyampaian materi kepada siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Gunakan metode pembelajaran yang tepat
Langkah berikutnya adalah memilih dengan cermat metode pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kesulitan dalam menulis. Metode pembelajaran merupakan pendekatan yang dipilih dalam interaksi antara pendidik dan siswa, bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan materi dan mekanisme metode yang telah ditentukan. Sebagai contoh, metode abjad, tergolong sebagai metode khusus yang efektif untuk mengajari anak-anak yang mengalami kesulitan menulis. Penerapan latihan secara rutin juga diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Gunakan sumber belajar yang tepat
Guru menyampaikan materi dasar kepada siswa dengan menggunakan buku materi yang terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Dari isi buku LKS tersebut, siswa diminta untuk membaca dan kemudian menuliskan materi tersebut di buku tulis masing-masing. Sumber belajar mencakup segala hal seperti pesan, materi, alat, teknik, dan konteks yang digunakan sebagai sumber informasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dari penjelasan di atas, tentang strategi yang dapat digunakan untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis. Maka dapat disimpulkan peran dari luar sangatlah penting bagi siswa agar lebih bisa semangat dalam belajar menulis. Dan juga semangat dari diri sendiri juga sangat dibutuhkan. Upaya ini sejalan dengan falsafah yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus melibatkan semua komponen masyarakat (keluarga, pendidik profesional, pemerintah, dll) dalam membina, menginspirasi/memberi contoh, memberi semangat, dan mendorong perkembangan anak.
Limboto – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Lukmanul Hakim gelar Rapat Kerja (Raker) tahun pelajaran 2024/2025 bertempat di Aula SDIT Lukmanul, Senin (18/12/23).
Kegiatan yang bertemakan “Membangun Sinergitas dan Ukhuwah dalam meningkatkan Profesionalisme Kinerja Guru & Karyawan” tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18 s.d 20 Desember 2023.
Hadir dan membuka kegiatan Zaitun K. Djabi, SH selaku Ketua Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo, didampingi oleh Direktur Pendidikan Ervina Yamin, SE bersama Pengawas Pendidikan Hartati Polinggapo, S.Pd.I, Direktur Qur’an Sahrul Ahmadi, S.Pd, dan juga masing-masing Kepala Sekolah PPAUDIT Sri Rahayu Usman, S.Pd, Kepala Sekolah SDIT Ridwan H. Umar, S.Pd serta Kepala Sekolah SMPIT Iskandar Matiti, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutan, Ketua Yayasan menyampaikan ada 6 poin terkait peningkatkan profesionalisme guru & karyawan. Pertama niat & visi-misi, kedua pengetahuan dan bekal yang cukup, ketiga keterampilan dalam melayani, keempat belajar dari orang yang berpengalaman, kelima berinovasi dan berkolaborasi, keenam doa.
Ketua yayasan juga menambahkan. “Saya juga sangat mengapresiasi guru yang memiliki target pembelajaran kepada siswa seperti Les atau Private Class”, pungkas Zaitun.
“Kami berharap, semoga dalam kegiatan Raker yang dilaksanakan ini dapat maksimalkan, terutama visi sekolah islam dapat terwujud dan berhasil serta memberikan secerca kontribusi didunia pendidikan”, tutur Zaitun.