Limboto – SDIT Lukmanul Hakim menyelenggarakan sebuah event yang telah menjadi program sekolah yaitu Gelar Karya P5, Selasa (25/02/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara 2 fase yakni Fase B (kelas 3-4) dan Fase C (Kelas 5-6).
Acara yang bertemakan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat serta Anti Bullyng memadukan pertunjukan Senam Cuci Tangan dan Sosialisasi Anti Bullyng serta poster yang diciptakan oleh siswa-siswa SDIT Lukmanul Hakim dengan pendampingan guru atau ustadz/ustadzah.
Ridwan H. Umar, selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim dalam sambutannya menerangkan bahwa kami mengambil tema ini sebagai langkah penguatan pola hidup bersih dan sehat serta pengendalian dan pencegahan bullyng di sekolah.
“Dimana kita semua harus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat serta saling menghargai antar sesama, memiliki rasa empati, saling tolong-menolong, bisa menjaga gerak dan menjaga lisan serta saling mendukung dalam berprestasi. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sekaligus juga menjadi tujuan diselenggarakannya gelar karya ini” ucap Ridwan.
Rukmin Doda, M.Pd selaku Korwil Limboto memberikan apresiasi atas terlaksananya Gelar Karya tentang PHBS dan Anti Bullyng di SDIT Lukmanul Hakim.
“Gelar karya ini penting dilakukan sebagai wujud apresiasi kita terhadap karya dan produk keterampilan siswa yang telah berusaha dan berproses dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai guna.” tambah Rukmin.
Acara berlangsung meriah, antusiasme tinggi terlihat dari seluruh peserta yang aktif berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, pola hidup bersih dan sehat serta anti bullyng diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh seluruh sivitas akademika SDIT Lukmanul Hakim, serta memberikan dampak positif bagi para siswa.
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Nur Rizal Islan Amiri
Limboto – Dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan Tahun 1446 Hijriah, Keluarga Besar Sekolah Islam Terpadu Lukmanul Hakim di bawah naungan Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo menggelar kegiatan Pawai Tarhib (sambut) Ramadhan dengan melibatkan seluruh siswa, guru dan orang tua dengan membawa poster dan bendera bertemakan Marhaban ya Ramadhan, Senin (24/02/2025). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari siswa, guru dan orang tua PPAUDIT, SDIT dan SMPIT Lukmanul Hakim. Seluruh peserta nampak antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan kegiaan tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Pawai tersebut dilaksanakan di sekitar Kecamatan Limboto dengan mengambil rute start dari SDIT Lukmanul Hakim mengarah ke Rumah Sakit M.M Dunda Limboto menuju ke Pasar Modern Limboto (PASMOLIM) ke arah Kantor Dinas Dukcapil menuju ke Masjid Al Marhamah dan Finish di Masjid Agung Baiturrahman Limboto.
Selain membawa atribut yang identik dengan bulan Ramadhan seperti kreasi poster yang bertemakan seruan ibadah puasa Ramadhan, peserta pawai juga tidak lupa membagikan jadwal imsakiyah Bulan Ramadhan 1446 H kepada warga sekitar. Warga sekitar juga terlihat antusias dan sangat mengapresiasi kegiatan pawai Ramadhan yang menjadi agenda rutin tiap tahunnya.
Ridwan H. Umar, selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim dalam sambutan saat pelepasan peserta Pawai Ramadhan menyampaikan bahwa pawai ini digelar bertujuan untuk sebagai syiar dari SIT Lukmanul Hakim kepada masyarakat, selain itu juga untuk mengajak siswa-siswi menyambut datangnya Ramadhan dengan penuh sukacita serta sebagai ajang untuk mempersiapkan diri menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjalankan ibadah puasa serta meningkatkan kepedulian sosial untuk saling berbagi dengan sesama.
Kami segenap Keluarga Besar Sekolah Islam Terpadu Lukmanul Hakim (PPAUDIT – SDIT – SMPIT) yang berada di bawah naungan Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo mengucapkan Selamat Datang Bulan Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan 1446 H/2025 M. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kesabaran dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin…
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Nur Rizal Islam Amiri
Limboto – Sebanyak 78 siswa Kelas VI SDIT Lukmanul Hakim mengikuti Uji Publik Al- Qur’an Juz 29 dan 30 (22/02/2025). Kegiatan ini dilaksanakan terpusat di Masjid Agung Baiturrahman Limboto. Uji Publik dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Kasie Kurikulum, Kordinator Wilayah Pendidikan Kec. Limboto, Komite Sekolah, Pembina dan Pengurus Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo, Direktur Pendidikan dan Qur’an SIT Lukmanul Hakim serta Orang tua siswa.
Pada kesempatan ini, Ustadzah Cholila Achmad Juri selaku Pembina Yayasan Tinelo Lipu Gorontalo menyampaikan bahwa Uji Publik merupakan peran orang tua dan pendidik dalam menjaga Keberlanjutan generasi di masa depan menorehkan tinta emas dalam perjalanan kehidupannya. Menjadi harapan bagi orang tua untuk menjaga hafalan siswa maka di lingkup SIT Lukmanul Hakim tersedia unit SMPIT Lukmanul Hakim yang menyediakan jaminan mutu hafalan 3 juz untuk kelas reguler dan 5 juz untuk kelas boarding.
Untuk sambutan Orang tua:siswa dibawakan oleh Dewi Nani menyampaikan apresiasi kepada pihak ustadz/ustadzah yang tidak kenal lelah dalam mendampingi proses anakda dalam mencapai target hafalan Qur’an.
Haris S. Tome selaku Kadis: Dikbud Kabupaten Gorontalo memberikan apresiasi kepada SDIT Lukmanul Hakim yang tetap berada dalam koridor jaminan mutu yakni adanya Uji hafalan Al-Qur’an bagi siswa kelas tamatan. Kegiatan ini, merupakan proses kerja keras dari siswa dan guru yang dilalui dan ditradisikan dalam waktu jangka panjang.
Uji Publik diakhiri dengan pemberian sertifikat, penyerahan mahkota dari siswa kepada orang tua dan foto bersama.
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Nur Rizal Islan Amiri
SDIT Lukmanul Hakim Limboto mengadakan Festival sarapan pagi, Jum’at 21 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila (P5) untuk Fase A (Kelas 1-2) dengan topik Bangunlah Jiwa Raganya.
Kepala SDIT Lukmanul Hakim, Ridwan H. Umar, S.Pd.I mengatakan bahwa festival sarapan pagi ini sebagai bentuk hasil akhir dari berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan dan diikuti oleh siswa. Harapannya, siswa mampu mengenali jenis dan manfaat sarapan pagi guna menunjang proses belajar mengajar.
Rukmin Doda, M.Pd selaku Kordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Limboto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh SDIT Lukmanul Hakim dalam mengenalkan pentingnya sarapan pagi bagi siswa-siswa kelas 1 dan 2 dan mengemasnya dalam Festival P5. Harapan ke depan, para siswa dan orang tua siswa bisa membudayakan sarapan pagi bagi para siswa. Pentingnya sarapan pagi selain untuk menahan rasa lapar, sarapan juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi siswa untuk menghadapi pelajaran, bermain dan berolahraga.
Festival Sarapan Pagi ini dihadiri oleh Hadijah Malapo, S.Pd selaku Direktur Pendidikan SIT Lukmanul Hakim, Guru dan Mitra Kelas 1 dan 2 serta seluruh siswa Kelas 1 dan 2. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan kunjungan ke masing-masing stand kelas 1 dan 2.
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Nur Rizal Islan Amiri
(Limboto, 17 Februari 2025) Bagi para penghafal Al-Qur’an, selain kegiatan muroja’ah, yaitu mengulang hafalan agar semakin lancar, ada juga kegiatan yang tak kalah penting untuk menguji hafalan, yakni Uji Tasmi’. Tasmi’ adalah memperdengarkan hafalan Al-Qur’an secara keseluruhan di depan penguji dalam waktu yang sudah ditentukan.
Di SDIT Lukmanul Hakim kembali menggelar uji Tasmi’ yang merupakan program tahunan yang diadakan setiap menjelang akhir semester bagi kelas tamatan. Pada periode Semester Genap Tahun Pelajaran 2024-2025, di SDIT Lukmanul Hakim Gorontalo uji Tasmi’ diperuntukkan bagi siswa kelas VI yang berjumlah 78 siswa yang rencananya diadakan selama 2 hari efektif, Senin-Selasa, 17-18 Februari 2025.
Adapun pembukaan Uji Tasmi’ diselenggarakan pada Senin, 17 Februari 2025, bertempat di Aula SDIT Lukmanul Hakim. Dalam pengantar katanya, Ustadz Ridwan H. Umar selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Orang tua siswa yang tetap mendukung kegiatan sekolah serta bagi Yayasan Tinelo Lipu yang tetap mensupport kegiatan sekolah.
Uji Tasmi’ dibuka secara langsung oleh Ustadz Zaitun K. Djabi selaku Ketua Yayasan Tonelo Lipu Gorontalo sekaligus memberikan sambutan bahwa berapapun ayat dan surah yang dihafal oleh siswa sudah menjadi hal yang luar biasa bagi sekolah dan orang tua dan kiranya bisa dilanjutkan menjadi 30 juz oleh siswa dan orang tua serta menjadi project bagi unit untuk siswa menuntaskan hafalan. Ustadz Zaitun juga menambahkan bahwa Tasmi’ menjadi kegiatan rutin untuk setiap tamatan dan bagi guru Qur’an jadikan hal ini sebagai pengabdian dunia akhirat.
Pembukaan Uji Tasmi’ dihadiri Direktur Qur’an dan Direktur Pendidikan SIT Lukmanul Hakim serta ornag tua siswa. Pembukaan Uji Tasmi’ diakhiri dengan pembagian kelompok siswa dan penguji serta foto bersama siswa beserta Ketua Yayasan Tinelo Lipu, Direktur Qur’an dan Direktur Pendidikan SIT Lukmanul Hakim, Kepala SDIT Lukmanul Hakim, Tim Penguji, Tim Qur’an SDIT Lukmanul Hakim, Orang tua siswa serta siswa kelas VI. [IM]
Limboto — Pusat Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu Lukmanul Hakim (PPAUDIT Lukmanul Hakim) Laksanakan P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka di jenjang PAUD. Kegiatan ini berlangsung di PPAUDIT Lukmanul Hakim pada hari Jum’at tanggal 29/11/2024.
P5 merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk menanamkan karakter Pancasila pada anak-anak melalui berbagai aktivitas yang bermakna. P5 diajarkan sejak dini agar anak-anak memiliki 6 dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu: Beriman dan Bertakwa; Mandiri; Bergotong Royong; Berkebihnekaan Global; Bernalar Kritis; serta Kreatif.
Pelaksanaan P5 diawali dengan melakukan observasi atau penyelidikan tentang topik-topik yang dipilih anak. Kali ini PPAUDIT Lukmanul Hakim mengangkat Tema “AKU CINTA BUMI” dengan mengambil topik “SEGUDANG MANFAAT KELAPA”. Kami mengangkat topik ini disesuaikan dengan karakteristik lingkungan sekolah di mana di sekitar lingkungan terdapat pohon kelapa.
Kegiatan P5 ini di laksanakan dalam beberapa tahapan:
Tahap 1: Nonton bersama video bagian-bagian pohon kelapa serta manfaatnya. Tahap 2: Anak-anak menceritakan kembali video yang sudah di nonton, dan bercerita melalui big book. Tahap 3: Diskusi berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari bagian-bagian pohon kelapa Tahap4: Membuat berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari bagian-bagian pohon kelapa Tahap 5: Gelar karya, hasil kerajinan tangan dari berbagai bagian pohon kelapa (sesuai dengan hasil buatan anak-anak).
Penulis: Yulin Nue Editor: M. Z. Ngadi Dokumentasi: Sri Lian Kasim
Limboto — Tim Assesor dari Badan Akreditasi Nasional PDM Provinsi Gorontalo melakukan Visitasi Akreditasi di Sekolah Dasar Islam Terpadu Lukmanul Hakim (SDIT-LH), kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai Kamis tanggal 07/11/2024 sampai dengan Jum’at 08/11/2024.
BAN-PDM Provinsi Gorontalo menugaskan Dra. Herlina Djubu dan Wahyunah Mahmud, M.Pd.I sebagai Assesor pada Visitasi Akreditasi sekolah yang sebelumnya telah melakukan pelaksanaan Pravisitasi pada tanggal 01/11/2024 sampai dengan 03/11/2024.
Ridwan H. Umar, S.Pd.I selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim pada saat di wawancarai menjelaskan bahwa, Guru dan Karyawan sangat bersyukur dan senang karena seluruh kegiatan Visitasi Akreditasi telah selesai melengkapi seluruh dokumen, meskipun ada beberapa hal yang menjadi rekomendasi yang harus segera dipenuhi.
“Jadi pada kesimpulannya Tim Assesor sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan pada sekolah ini, karena apa yang menjadi penilaian mereka sudah terlaksana dengan baik pada SDIT Lukmanul Hakim.” ungkap Ridwan.
“Selain itu terkait program-program keterlibatan dengan orang tua siswa bedasarkan wawancara secara fakta oleh Tim Assesor dengan orang tua, Alhamdulillah kemitraan orang tua dengan sekolah itu terbangun dengan baik dan selalu ada komunikasi antar dua arah.” pungkas Ridwan.
Selanjutnya, terkait dengan Guru serta Iklim dan Lingkungan Sekolah sangat di apresiasi dan di berikan penghargaan dari Tim Assesor. Harapannya Visitasi Akreditasi SDIT Lukmanul Hakim tahun ini mendapatkan hasil yang terbaik.
Limboto — Sekolah Islam Terpadu Lukmanul Hakim (SIT-LH) menggelar ta’lim bagi orang tua siswa, Jum’at 13 September 2024. Ta’lim yang bertemakan “Marilah Kita Meneladani Adab & Akhlak Karimah Nabi Muhammad SAW, Untuk Generasi Emas Yang Beradab & Berakhlak” ini berlokasi di Masjid Agung Baiturrahman Limboto.
Dengan pemateri Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri, majelis ta’lim ini menfasilitasi orang tua belajar meneladani cara adab dan akhlak Nabi Muhammad SAW kepada anak cucunya yang patut dicontoh dan diaplikasikan pada putra-putri mereka demi mewujudkan Generasi Emas yang Beradab dan Berakhlak.
Taklim kali ini diikuti oleh seluruh orang tua siswa dari ketiga unit SIT-LH yakni Pusat Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu Lukmanul Hakim, Sekolah Dasar Islam Terpadu Lukmanul Hakim, dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Lukmanul Hakim. Selain itu kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SIT-LH.
Pentingnya Literasi Sejak Dini Oleh: Iskandar Matiti, S.Pd., M.Pd (Guru IPAS SDIT Lukmanul Hakim)
Tanpa diduga masyarakat Indonesia, terlebih di dunia pendidikan Indonesia yang kini telah dibenahi dengan baik, disuguhkan dengan masalah yang viral terkait adanya siswa SMP yang buta baca dan tulis. Diawali dengan 447 siswa SMP tak bisa baca tulis di 40 kecamatan di Kabupaten Cireobon, Jawa Barat (JPNN.com, 15 Mei 2017), 30 Siswa kelas VII SMP 11 Kupang tidak bisa membaca dan menulis (expontt.com, 8 Agustus 2023), 32 siswa kesulitan membaca dan menulis di SMP 1 Mangunjaya, Pangandaran (lambeturah, 4 Agustus 2023) yang beritanya diviralkan kembali di tahun ini.
Melihat kondisi ini, dunia pendidikan Indonesia tak seharusnya diam saja, dan beranggapan bahwa itu hanya bersifat kasuistik terjadi di berbagai daerah. Namun dari hal tersebut, menjadi pemantik bagi seluruh guru untuk bisa merefleksi kembali terkait pembelajaran di kelas yang bisa memacu baca tulis bagi siswa SD, agar tidak menjadi kesulitan bagi siswa, guru dan sekolah di tingkat selanjutnya.
Pada tingkat pendidikan dasar, tujuan bukan hanya untuk mengajarkan siswa membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan dasar yang diperlukan siswa dalam mempersiapkan diri untuk jenjang sekolah berikutnya. Tantangan belajar yang dihadapi siswa adalah hal yang dialami dalam proses pembelajaran, seperti ketika siswa masih belajar menulis di kelas satu, yang merupakan awal dari kemampuan menulis. Kemampuan menulis ini memiliki peranan penting bagi siswa di sekolah dasar, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang melibatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Kesulitan belajar dapat dikatakan ketika siswa mengalami kondisi dimana adanya suatu hambatan dalam proses pembelajaran. Ketika di kelas ada salah satu siswa yang belum begitu lancar dalam menulis atau lambat dalam menulis dibandingkan dengan teman yang lain, membuat guru harus bisa memperhatikan anak tersebut dengan mencoba untuk lebih dekat dan memberikan motivasi kepada siswa tersebut agar semangat dalam belajar menulis, dan guru lebih banyak memberikan latihan secara mandiri kepada siswa tersebut agar siswa juga bisa lancar dalam menulis seperti teman-teman sekelasnya. Pengawasan khusus tidak hanya dilakukan pada saat di sekolah saja oleh guru, akan tetapi dukungan atau peran dari orang tua, lingkungan yang di luar sekolah sangatlah penting juga bagi siswa tersebut.
Permasalahan dalam menulis yang terlihat yaitu seperti siswa tersebut menulis satu kalimat membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penulisan dibandingkan dengan siswa yang lain, penulisan yang kurang konsisten, penulisan yang kurang atau tulisan yang tidak terbaca dengan jelas saat dibaca. Dalam kesulitan tersebut biasanya memiliki permasalahan dari beberapa faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan khususnya dalam menulis. Yaitu baik dalam dirinya sendiri maupun faktor dari luar. Siswa yang mengalami kesulitan tersebut cenderung kurang berminat ketika seperti ada tugas dalam menulis yang diberikan oleh guru. Kesulitan dalam belajar tidak boleh dianggap remeh karena akan menimbulkan seperti kendala di kemudian harinya dan menjadi berkepanjangan bagi siswa.
Beberapa contoh-contoh gejala yang sering muncul pada anak mengalami kesulitan belajar pada saat menulis adalah: 1). keterampilan dalam menulis kurang; 2). banyak kesalahan tanda baca atau malah tidak menggunakan tanda baca sama sekali; 3). menulisnya lambat; 4). banyak melakukan kesalahan ejaan atau bisa juga terjadi penulisan yang terbalik; 5). terdapat inkonsistensi dalam penggunaan huruf besar dan huruf kecil; 6). ukuran huruf yang tidak teratur, bentuk berubah-ubah, besar dan kecil; 7). Ada kesalahan saat menggunakan pensil; 8). Banyak berbicara saat menulis.
Kesulitan belajar merupakan gejala yang muncul dalam berbagai manifestasi tingkah laku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Gejala ini terlihat dalam aspek-aspek kognitif, motorik, dan afektif, baik selama proses pembelajaran maupun hasil yang dicapai. Sebagai contoh, kesulitan belajar menulis, yang merupakan gangguan dalam proses penulisan atau ejaan yang melibatkan aspek fisik untuk mengungkapkan pemikiran, meskipun siswa memiliki kecerdasan yang memadai. Untuk membantu siswa dengan kesulitan belajar menulis, penting untuk melakukan diagnosa terhadap gejala dan faktor penyebabnya. Dengan penanganan yang tepat, siswa yang mengalami disgrafia dapat mengatasi kesulitan belajarnya dan mencapai prestasi belajar seperti anak-anak pada umumnya.
Terkait literasi (baca tulis) sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an, yakni:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, 4. yang mengajar (manusia) dengan pena. (QS. Al-Alaq/96: 1-4).
Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan untuk membaca dan menulis bagi manusia. Pada ayat pertama ditegaskan membaca diawali dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan dan dikuatkan di ayat 3 untuk membaca dengan memuliakan Tuhanmu. Serta di ayat 4, menulis sebagai bentuk pengajaran pada manusia.
Kebutuhan literasi di era global ini menuntut pemerintah untuk menyediakan dan memfasilitasi sistem dan pelayanan pendidikan sesuai dengan UUD 1945, Pasal 31, Ayat 3, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan literasi dimaknai sebagai “kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.” Ayat ini menegaskan bahwa program literasi juga mencakup upaya mengembangkan potensi kemanusiaan yang mencakup kecerdasan intelektual, emosi, bahasa, estetika, sosial, spiritual, dengan daya adaptasi terhadap perkembangan arus teknologi dan informasi.
Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekitar memiliki peranan yang sangat signifikan dalam memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam tahap awal menulis. Memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa pada usia dini serta melakukan pengawasan belajar dengan baik dari pihak orang tua dapat berdampak positif terhadap keberhasilan siswa.
Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menangani kesulitan siswa dalam menulis:
Berikan motivasi kepada siswa
Siswa yang mengalami kesulitan diberi motivasi belajar dari guru wali kelasnya, orang tua, maupun teman-teman yang ada di kelasnya. Pemberian motivasi diperlukan karena siswa menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, guru perlu memberikan motivasi khususnya kepada siswa yang kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran menulis. Guru perlu menjelaskan kepada siswa bahwa mengikuti pembelajaran menulis memiliki manfaat besar untuk kehidupan sehari-hari, memungkinkan mereka berinteraksi dengan masyarakat secara lebih efektif. Motivasi berguna sebagai penggerak semangat peserta didik. Orang tua juga perlu dalam memantau serta memperhatikan setiap kegiatan yang anaknya lakukan di dalam maupun juga di luar rumah agar siswa tahu akan tugasnya sebagai pelajar yaitu belajar. Seharusnya memang siswa tersebut harus lebih banyak didukung, diperhatikan, agar lebih semangat dalam berlatih menulis. Tetapi itu saja juga tidak cukup, siswa tersebut harus didorong semangat dari diri sendiri, agar dalam belajar menulis siswa tersebut menjadi bisa semangat kembali.
Gunakan media pembelajaran yang menarik
Memanfaatkan media pembelajaran yang menarik adalah langkah yang diambil untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan siswa selama pembelajaran menulis. Pilihan media yang menarik dapat mencakup penggunaan gambar, media cetak, dan media alam. Media berfungsi sebagai alat bantu bagi guru untuk mempermudah penyampaian materi kepada siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Gunakan metode pembelajaran yang tepat
Langkah berikutnya adalah memilih dengan cermat metode pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kesulitan dalam menulis. Metode pembelajaran merupakan pendekatan yang dipilih dalam interaksi antara pendidik dan siswa, bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan materi dan mekanisme metode yang telah ditentukan. Sebagai contoh, metode abjad, tergolong sebagai metode khusus yang efektif untuk mengajari anak-anak yang mengalami kesulitan menulis. Penerapan latihan secara rutin juga diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Gunakan sumber belajar yang tepat
Guru menyampaikan materi dasar kepada siswa dengan menggunakan buku materi yang terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Dari isi buku LKS tersebut, siswa diminta untuk membaca dan kemudian menuliskan materi tersebut di buku tulis masing-masing. Sumber belajar mencakup segala hal seperti pesan, materi, alat, teknik, dan konteks yang digunakan sebagai sumber informasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dari penjelasan di atas, tentang strategi yang dapat digunakan untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis. Maka dapat disimpulkan peran dari luar sangatlah penting bagi siswa agar lebih bisa semangat dalam belajar menulis. Dan juga semangat dari diri sendiri juga sangat dibutuhkan. Upaya ini sejalan dengan falsafah yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus melibatkan semua komponen masyarakat (keluarga, pendidik profesional, pemerintah, dll) dalam membina, menginspirasi/memberi contoh, memberi semangat, dan mendorong perkembangan anak.
Limboto (24/08) — SDIT Lukmanul Hakim menggelar Sosialisasi Program Sekolah (SPS) bagi Orang tua siswa dari kelas 1-6. Acara ini dilaksanakan dibagi dalam dua sessi, sessi pagi (Pukul 08.00-12.00 Wita) untuk kelas rendah (Kelas I-III) dan sessi siang (Pukul 12.30-15.30 Wita) untuk kelas Tinggi (Kelas IV-VI). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDIT Lukmanul Hakim.
Acara dimulai dengan pembacaan tilawah dan doa. Berikutnya sambutan dari Direktur SIT Lukmanul Hakim Ibu Hadijah Malapo, S.Pd. Ia menyampaikan tentang pentingnya dukungan orang tua bagi program sekolah dan support untuk dukungan pembelajaran, evaluasi dan penggunaan handphone di rumah.
Direktur Pendidikan SIT Lukmanul Hakim Hadijah Malapo, S.Pd saat Memberikan Sambutan
“Kami sadar bahwa apapun program yang dibuat oleh sekolah, tanpa dukungan orang tua siswa pasti tidak akan sukses dan berhasil. Sehingganya kami mengharapkan support dari orang tua siswa terkait proses pembelajaran, evaluasi dan manajemen penggunaan handphone bagi siswa saat berada di rumah,” ungkap Hadijah.
Berikutnya, informasi dari Ustadz Ridwan H. Umar, S.Pd.I selaku Kepala SDIT Lukmanul Hakim terkait visi misi sekolah, jaminan mutu sekolah berupa akhlakul karimah dan prestasi akademik serta berbagai program sekolah dari bidang Qur’an, Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana, serta Program Paguyuban Orang Tua Siswa berupa Lomba Kelas Inspiratif, Ta’lim Orang Tua Siswa, Parents Day, Ifthar Jama’I, Halal bi Halal, dan Yaumul Maal Qur’an).
Kepala SDIT Lukmanul Hakim Ridwan H. Umar, S.Pd.I saat Memberikan Sambutan
Selanjutnya dari Wakasek bidang Kurikulum, Ustadzah Lidyawati Adam, S.Pd menyampaikan bahwa SDIT Lukmanul Hakim mengimplementasikan kurikulum Merdeka yang berlaku di bawah Kementrian Pendidikan & Kebudayaan dan juga kurikulum khas Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Sehingga menjadi kekuatan tambahan yang akan menguatkan peserta didik pada sisi keagamaan dan pembentukan karakter. Kurikulum Dinas Kurikulum Merdeka untuk semua kelas. Disertai Kurikulum Khas, meliputi 6 Mapel yaitu : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Pembelajaran Qur’an Metode Wafa (Tahsin dan Tahfidz), Kepanduan Kepramukaan, Bina Pribadi Islam (BPI).
Informasi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Ismail Maulud, S.Pd selaku Koordinator Qur’an menyampaikan target dan prioritas bacaan dan hafalan Al-Qur’an di masing-masing kelas. Dari bulan Juli-Agustus 2024 sebagian siswa sudah memenuhi target dan prioritas bacaan Wafa dan hafalan Al-Qur’an.
Sesi terakhir yaitu penyampaian dari Wakasek Kesiswaan, Ustadzah Fatrin Badja, S.Pd, tentang informasi seputar kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan literasi terkait membaca dan menulis. Untuk pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dilaksanakan di kelas tinggi (Kelas IV-VI). Kegiatan kesiswaan selanjutnya yakni MABIT yang diintegrasikan dengan Qur’an Camp. Kegiatan kesiswaan selanjutnya adalah Class Meeting yang dilaksanakan setelah siswa mengikuti Asesmen Sumatif. Hal prioritas berikutnya adalah Kedisiplinan berpakaian dan kedatangan siswa ke sekolah.
“Penguatan literasi terutama membaca dan menulis menjadi prioritas sekolah, guna menangani kesulitan membaca dan menulis bagi siswa sampai mereka tamat dari SDIT,” papar Fatrin Badja.
Pesera Sosialisasi Program SDIT Lukmanul Hakim
Dalam kegiatan Sosialisasi ini juga menjadi ajang pertemuan antara sekolah, serta orang tua siswa yang juga orang tua siswa dapat menyampaikan aspirasi maupun kritik dan sarannya kepada sekolah. Dengan demikian, diharapkan akan terus terjalin kerjasama dan sinergi yang tinggi antara sekolah, dan orang tua siswa guna mencapai kemajuan bagi sekolah dan peserta didik mencapai prestasi tinggi sesuai dengan bakat dan minatnya.
Berita: Iskandar Matiti Dokumentasi: Islan Nur Rizal